Matahari siang bersinar terik di atas Gunung Longfeng, cahayanya memantul di bebatuan yang menjulang tinggi, menciptakan kilauan keemasan di lerengnya. Angin gunung bertiup lembut, membawa hawa panas yang bercampur dengan aroma belerang samar. Di puncak gunung, bangunan megah Sekte Api Langit berdiri kokoh, dikelilingi oleh kabut tipis yang berputar di antara puncak-puncak berbatu.

Lynx berjalan santai di jalan setapak menuju gerbang luar sekte. Setelah memastikan Jelita aman bersama Lala dan mendapatkan cukup informasi mengenai rencana yang sedang mereka jalankan, termasuk mengenai jebakan untuk para pengkhianat di hutan Yinghuo, Lynx segera berangkat menuju Sekte Api Langit. Dia memiliki dua tujuan utama, yaitu menemui Ling Mei untuk memperbaiki hubungan mereka, juga membantu Kael menjalankan misinya yang diperkirakan berhubungan dengan Sekte Api Langit.

Dengan kemampuannya, perjalanan yang ditempuh beberapa hari menggunakan pedang terbang, mampu di tempuh Lynx hanya dalam waktu beberapa jam.

Dengan kecepatannya, Lynx bisa tiba lebih cepat, namun Lynx sering berhenti di beberapa tempat ketika menemukan kejadian-kejadian tidak terduga seperti melihat rombongan yang sedang di rampok, atau melihat binatang iblis yang menarik.

Jubah Lynx yang sederhana berkibar tertiup angin saat ia mendekati sekelompok murid yang berjaga. Mereka mengenakan seragam putih dengan sulaman perak berbentuk api berkobar di lengan dan bahu mereka, menunjukkan identitas mereka sebagai anggota Sekte Api Langit. Lynx dapat melihat seragam yang mereka gunakan, sama dengan seragam yang digunakan oleh Ling Mei dan Li Wei.

Saat melihat sosok asing mendekat, salah satu murid segera melangkah ke depan, mengangkat tangannya untuk menghentikan langkah Lynx. "Berhenti! Siapa kau, dan apa urusanmu di Sekte Api Langit?"

Lynx berhenti beberapa langkah dari mereka, ekspresinya tetap santai. "Aku ingin bertemu nona Ling Mei."

Murid-murid itu saling berpandangan sebelum meledak dalam tawa mengejek. Salah satu dari mereka, seorang pemuda bertubuh kekar dengan pedang tergantung di punggungnya, maju dengan senyum meremehkan. "Kau ingin bertemu Kakak Seperguruan Ling Mei? Hah! Kau pikir siapa dirimu berani-beraninya menyebut namanya begitu saja?"

Murid lain menimpali sambil menyilangkan tangan di dada. "Ling Mei adalah salah satu murid terkuat di sekte ini! Idola para murid! Kau pikir dia akan membuang waktunya untuk menemui orang asing sepertimu?"

Seorang murid yang lebih muda mengamati Lynx lebih teliti, lalu menyipitkan matanya. "Hm? Tunggu sebentar... aku bisa merasakan Qi-mu. Forging Qi tingkat dua?" Ia mendengus meremehkan. "Astaga, kau bahkan belum mencapai ranah Master Foundation, tapi berani datang ke sini dan meminta bertemu dengan Kakak Seperguruan Ling Mei? Kau bercanda?"

Murid-murid lainnya segera tertawa mendengar itu.

"Jadi dia hanya kultivator lemah yang bahkan belum bisa dianggap serius!"

"Pantas saja dia bicara besar, mungkin dia tidak tahu seberapa tinggi dunia ini!"

Lynx hanya tersenyum kecil, tidak terganggu sedikit pun oleh cemoohan mereka. Ia melipat tangannya di dada dan berkata dengan nada santai, "Namaku Xiao Ling. Aku hanya ingin berbicara dengan Ling Mei sebentar. Kamu bisa menyebutkan namaku kepadanya."

Murid bertubuh kekar itu terdiam sesaat dan memandangi Lynx. Namun tidak lama kembali tertawa keras. "Xiao Ling? Bahkan namamu terdengar biasa saja! Sudah jelas kau bukan siapa-siapa! Kalau kau ingin menemui Kakak Seperguruan Ling Mei, setidaknya buktikan kalau kau pantas!"

Ia mencabut pedangnya setengah dari sarungnya, kilau tajam logamnya memantulkan sinar matahari. Aura Qi Api samar mulai merembes keluar, menunjukkan bahwa dia setidaknya berada di ranah Master Foundation Perunggu Awal.

"Aku sarankan kau pergi sebelum kami menganggapmu sebagai penyusup," tambah murid lainnya dengan nada mengancam.

Lynx menghela napas kecil, menatap mereka dengan tenang. "Aku tidak ingin mencari masalah. Panggil saja Ling Mei, atau aku akan masuk sendiri."

Ucapan itu sontak membuat suasana menegang. Para murid berjaga langsung memperkuat posisi mereka, beberapa sudah bersiap mencabut senjata.

"Berani sekali kau bicara begitu di depan gerbang Sekte Api Langit! Jika kau ingin mencari masalah, maka bersiaplah untuk dihajar!"

Namun sebelum ada yang sempat bergerak, suara lain yang lebih tegas tiba-tiba memecah ketegangan.

"Berhenti!"

Lynx mengangkat alisnya, sementara para murid segera menoleh ke arah suara itu. Sosok berjubah putih dengan sulaman perak yang lebih rumit berjalan mendekat dengan langkah mantap. Mata tajamnya menatap Lynx dengan penuh selidik.

"Apa yang terjadi di sini?" tanyanya dengan nada penuh wibawa.

Lynx menyunggingkan senyum tipis, dia merasa pemuda yang datang ini pun juga akan melakukan hal sama.

Murid-murid yang berjaga segera memberi hormat ketika sosok berjubah putih dengan sulaman perak rumit itu mendekat. Ia jelas bukan murid biasa—dari auranya yang stabil dan tekanan Qi yang ia pancarkan, Lynx bisa menebak bahwa orang ini setidaknya berada di ranah Master Foundation Perak Awal.

"Senior Deng!" seru salah satu murid yang berjaga. "Orang ini mengaku ingin menemui Kakak Seperguruan Ling Mei, tapi dia hanya seorang kultivator Forging Qi tingkat dua! Kami pikir dia hanya mencari gara-gara, jadi kami mencoba mengusirnya."

Deng Wei, pria yang baru datang itu, melirik Lynx dari atas ke bawah dengan sorot mata tajam. Matanya sedikit menyipit saat ia menilai Lynx, namun ekspresinya tetap dingin.

"Kau bilang ingin bertemu dengan Ling Mei? Apa hubunganmu dengannya?"

Lynx tetap berdiri santai, tangannya masih bersedekap. Ia tersenyum kecil sebelum menjawab, "Seharusnya aku yang bertanya. Siapa kau sehingga mempertanyakan hubunganku dengan Ling Mei?"

Murid-murid di sekitarnya tersentak mendengar jawaban itu. Salah satu dari mereka segera membentak, "Kurang ajar! Senior Deng adalah salah satu murid inti Sekte Api Langit! Kau seharusnya menunjukkan rasa hormat—"

Namun Deng Wei mengangkat tangannya, menghentikan ocehan murid itu. Ia menatap Lynx lebih dalam, lalu berkata, "Aku Deng Wei, murid inti Sekte Api Langit. Jika kau benar-benar mengenal Kakak Seperguruanku Ling Mei, maka buktikan dengan sesuatu yang hanya diketahui oleh orang-orang terdekatnya."

Lynx tertawa pelan. Ia tahu para murid ini tidak akan mudah percaya begitu saja.

"Baiklah," katanya dengan santai. "Bukankah Ling Mei baru saja kembali dari Kota Huoling bersama keempat saudara seperguruannya. Mereka ke sana untuk menjemput adik seperguruan mereka, Li Wei. Aku mengenal mereka di kota Huoling."

Wajah Deng Wei berubah sedikit, matanya membelalak sebelum dengan cepat kembali ke ekspresi datarnya. Murid-murid di sekitar mereka saling bertukar pandangan, bingung dengan perubahan sikap Senior Deng mereka.

Setelah beberapa saat hening, Deng Wei akhirnya menghela napas. "Hmph, kau memang mengenal Kakak Seperguruanku. Tapi itu tidak berarti aku bisa langsung membiarkanmu masuk begitu saja."

Lynx tersenyum tipis. "Kau ingin mengujiku, bukan?"

Deng Wei melipat tangannya di dada. "Aturan di Sekte Api Langit jelas. Seorang tamu yang ingin bertemu murid inti harus memiliki izin dari tetua atau menunjukkan kekuatan yang layak untuk dihormati. Jika kau ingin bertemu Ling Mei, kau harus membuktikan bahwa kau bukan hanya seorang pengganggu yang tidak berguna."

Ia kemudian melirik ke salah satu murid yang berjaga, seorang pemuda dengan postur tegap yang tampak lebih percaya diri dibanding yang lain. "Peng Tao, kau berada di Forging Qi tingkat tujuh. Itu sudah cukup untuk melawan tamu tak dikenal ini. Hadapi dia."

Peng Tao maju dengan ekspresi penuh semangat. Ia mencabut pedangnya dan menatap Lynx dengan senyum mengejek. "Kau beruntung Senior Deng membiarkanmu menghadapiku dulu. Kalau tidak, kau mungkin akan berakhir dengan lebih banyak tulang yang retak."

Para murid mulai bersorak kecil, bersemangat melihat pertarungan yang akan terjadi.

Lynx tertawa pelan dan mengangkat bahu. "Baiklah, aku tidak keberatan sedikit bersenang-senang."

Peng Tao langsung memasang kuda-kuda, semburan Qi Api membungkus pedangnya. Angin di sekitar mereka bergetar oleh energi panas yang terpancar dari tubuhnya.

"Aku akan menguji apakah kau pantas melangkah lebih jauh ke dalam Sekte Api Langit!"

Lynx hanya tersenyum, matanya berkilat penuh ketertarikan. Ini akan menjadi pertarungan yang menarik.

